IP Address, Network ID, Host ID, Subnetmask, dan Broadcast
IP Address,
Network ID, Host ID, Subnetmask, dan Broadcast
1.
IP Address
IP
Address adalah alamat atau identitas numerik yang diberikan kepada sebuah
perangkat komputer agar komputer tersebut teridentifikasi dan dapat
berkomunikasi dengan komputer lain. Alamat atau Identitas tersebut berupa nomer
yang terdiri dari 4 blok bilangan desimal yang nilainya terbatas dari angka 0
sampai 255.
IP Address dibagi menjadi beberapa bagian seperti
yang ada dibawah ini :
·
IP Address Kelas
A
Alamat
IP kelas A banyak digunakan untuk jaringan komputer berskala besar. IP Kelas A
memiliki jumlah jaringan 126 dan setiap jaringan mampu untuk menampung
16,777,214 host. Dalam alamat IP kelas A Nomor urut bit tertinggi selalu diset
dengan nilai Nol ( 0 ) sedangkan untuk tujuh bit berikutnya digunakan untuk
pelengkap oktet pertama yang berfungsi untuk network identifier. Sementara
untuk tiga oktet terakhir digunakan untuk host identifier. Range IP Address
kelas A mulai 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx.
·
IP Address Kelas
B
Kelas
IP Address yang satu ini digunakan untuk jaringan komputer dengan skala
menengah sampai bersar, IP Kelas B menyediakan 16,384 jaringan dan setiap
jaringan menampung hingga 65,534 host. Nomor urut pada dua bit pertama dalam
oktet pertama selalu diset dengan nilai 10 dalam bilangan biner. Sementara
untuk 14 bit berikutnya digunakan untuk melengkapi dua oktet pertama sebagai
network identifier. Untuk 16 bit berikutnya ( Dua oktet terakhir ) berfungsi
sebagai host identifier. Range IP Address kelas B mulai dari 128.0.xxx.xxx
sampai 191.255.xxx.xxx.
·
IP Address Kelas
C
Kelas
IP Address yang satu ini biasanya digunakan untuk jaringan komputer skala
kecil. IP Address kelas C menyediakan 2,097,152 jaringan dan setiap jaringan
dapat menampung 254 host. Pada tiga bit pertama pada Oktet pertama selalu
bernilai 110 ( dalam bilangan biner ) kemudian 21 bit berikutnya ( tiga oktet
pertama ) membentuk network identifier. Kemudian untuk 8 bit berikutnya ( Oktet
terakhir ) digunakan untuk host identifier. Range IP Address kelas C mulai dari
192.0.0.xxx sampai 255.255.255.xxx.
·
IP Address Kelas
D
Kelas Alamat IP ini digunakan untuk IP multicast,
empat bit pertama pada oktet pertama bernilai 1110 ( bilangan biner ) dan
sekaligus sebagai network identifier. Kemudian 28 bit betikutnya digunakan
untuk host identifier. Range IP kelas D mulai dari 224.0.0.0 sampai
239.255.255.255.
·
IP Address Kelas
E
IP
Address kelas E digunakan untuk eksperimen. empat bit pertama pada oktet
pertama kelas IP Address ini diset dengan nilai 1111 bilangan biner dan
sekaligus sebagai network identifier . Kemudian untuk 28 bit berikutnya
digunakan untuk host identifier. Range IP kelas E mulai dari 240.0.0.0 sampai
254.255.255.255.
2.
Network ID
Network
ID adalah bagian dari IP address yang menunjukkan di jaringan mana komputer
tersebut berada sedangkan host ID menunjukkan workstation, server, router, dan
semua host TCP/IP lainnya dalam jaringan tersebut. Contoh pengalokasian IP
address adalah sebagai berikut. Akan dibuat sebuah jaringan yang menghubungkan
tiga buah komputer. Langkah yang dilakukan adalah menentukan network ID dan
host ID. Network ID digunakan untuk menunjukkan host TCP/IP yang terletak pada
jaringan yang sama. Semua host pada satu jaringan harus memiliki network ID
yang sama. Dengan begitu, sebagai contoh pemberian network ID untuk jaringan
tersebut adalah 192.168.1.xxx. Host ID digunakan untuk menunjukkan suatu host
dalam jaringan. Setiap antarmuka jaringan harus memiliki host ID yang unik.
3.
Subnet Mask
Subnet
mask adalah istilah teknologi Informasi yang membedakan Network ID dan Host ID
atau sebagai penentu porsi Network ID dan Host ID pada deretan kode biner. Fungsi
dari subnet mask sendiri adalah untuk membedakan Network ID dengan Host ID dan
menentukan alamat tujuan paket data apakah local atau remote.
4.
Broadcast
Broadcast
adalah sebuah metode pengiriman data, dimana data dikirim ke banyak titik
sekaligus, tanpa melakukan pengecekan apakah titik tersebut siap atau tidak,
atau tanpa memperhatikan pakah data itu sampai atau tidak. Salah satunnya,
contoh penggunaan sistem ini adalah siaran televisi dan radio. Dimana statsiun
siaran melakuakan siaran terus menerus tanpa mempedulikan apakah ada pesawat
televisi ataupu radio yang memonitori siaran tersebut.

Komentar
Posting Komentar